Cimeuhmal, Subang — Mahasiswa Program Pemberdayaan Masyarakat Berkelanjutan (P2MB) Kelompok 13 Dusun 1 Desa Cimeuhmal melaksanakan sosialisasi JEJAK RASA (Jaga Etika, Jaga Akses, dan Kendalikan Rasa) pada Jumat, 16 Oktober 2026, di MI Darul Murom, Desa Cimeuhmal, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang. Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 100 murid MI Darul Murom, sebagai upaya meningkatkan pemahaman tentang penggunaan media sosial secara bijak dan pencegahan perundungan (bullying).

Melalui penyampaian materi dan aktivitas edukatif, murid diajak untuk menjaga privasi, berkomunikasi dengan santun di dunia digital, serta menghargai perasaan orang lain. Kegiatan ini juga menjadi upaya menanamkan kesadaran bahwa setiap perkataan dan tindakan dapat memberikan dampak bagi lingkungan sekitar, baik secara langsung maupun melalui media digital.

Salah satu aktivitas yang menarik dalam sosialisasi ini adalah menuliskan perasaan pada Papan JEJAK RASA. Dalam kegiatan tersebut, murid diajak menuangkan perasaan yang mungkin muncul ketika mengalami perundungan, seperti sedih, kecewa, takut, atau merasa tidak dihargai. Melalui aktivitas ini, murid diberikan kesempatan untuk mengenali dan mengungkapkan perasaan sekaligus memahami bahwa tindakan yang dianggap sebagai candaan belum tentu menyenangkan bagi orang lain.

Salah satu guru MI Darul Murom menyampaikan harapannya terhadap kegiatan tersebut. “Anak-anak zaman sekarang menghadapi tantangan yang berbeda dengan anak-anak zaman dahulu. Semoga melalui kegiatan ini, anak-anak bisa mendengarkan pesan yang disampaikan dan sedikit demi sedikit memperbaiki sikap serta perilaku mereka,” ujarnya.

Melalui sosialisasi JEJAK RASA, mahasiswa P2MB Kelompok 13 berharap murid mampu menerapkan etika digital, lebih peka terhadap perasaan orang lain, dan membangun hubungan pertemanan yang positif. Pesan “Jaga Jejak Digitalmu, Jaga Rasa Temanmu” menjadi pengingat bahwa menjaga perilaku tidak hanya penting saat menggunakan media sosial, tetapi juga dalam interaksi sehari-hari. Dengan demikian, murid diharapkan dapat turut menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan bebas perundungan. (Disusun oleh Tim P2MB Kelompok 13)