Penguatan Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukapura melalui Program KKN UPI Impact Storybook · 4–6 halaman dinamis per kelompok · seluruh data tetap ditampilkan
Halaman 1 · Profil & Executive Overview

Penguatan Potensi dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sukapura melalui Program KKN UPI

25 - Desa Sukapura Semester Genap 2025/2026 2026 KKN Kampus Berdampak "Sauyunan": Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan Sukapura, Wado, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
Dokumentasi utama 25 - Desa Sukapura
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 25 Universitas Pendidikan Indonesia “KKN Kampus Berdampak Sauyunan, Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan” di Desa Sukapura, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, dilatarbelakangi oleh adanya berbagai permasalahan dan potensi desa pada bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, sosial, dan olahraga. Permasalahan yang ditemukan antara lain pengelolaan sampah yang belum merata, kebutuhan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, permasalahan kesehatan ibu dan anak serta remaja, serta keterbatasan pengembangan UMKM. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, edukasi, penyuluhan, praktik langsung, pendampingan, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta mitra terkait. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi edukasi pengelolaan sampah dan ecoprinting, pembelajaran bahasa Inggris dan mosaic, sosialisasi pencegahan bullying, penanganan pertama cedera, edukasi kesehatan reproduksi dan pencegahan stunting, pengembangan branding dan digitalisasi UMKM, kegiatan olahraga dan sosial, serta penyediaan rocket stove dan tempat sampah di fasilitas umum. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, bertambahnya partisipasi dalam kegiatan bersama, serta tersedianya sarana pendukung bagi masyarakat. Tindak lanjut yang diperlukan berupa pemanfaatan dan pemeliharaan sarana secara berkelanjutan, penerapan pengetahuan yang telah diperoleh, serta pendampingan dan kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah desa, masyarakat, dan pihak terkait.
10 Program kerja
10 Indikator
10 Indikator terukur
22 Bukti
Kelengkapan pengukuran perubahan 100,0%
10 dari 10 indikator memiliki baseline, target, dan capaian.
25 - Desa Sukapura 1 / 5 · Profil & Ringkasan
Halaman 2 · Perubahan Terukur

Baseline → Capaian Aktual

Semua indikator tetap ditampilkan. Delta hanya dihitung jika baseline dan capaian numerik tersedia. Target adalah pembanding rencana, bukan penilaian otomatis.

10 indikator
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan English Conversation and Mosaic · Sosial
Terukur
Baseline 45 Orang
Capaian 70 Orang
Target: 90 Orang Aktual/target: 77,8%
Δ 25 Orang Perubahan 55,6%
Pengurangan timbulan sampah Menuju Sukapura Zero Waste · Lingkungan
Terukur
Baseline 30 Persen (%)
Capaian 78 Persen (%)
Target: 90 Persen (%) Aktual/target: 86,7%
Δ 48 Persen (%) Perubahan 160,0%
Peningkatan partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam kegiatan kebe Event Senam, Lomba Seru dan Doorprize serta penayangan AfterMovie · Sosial
Terukur
Baseline 50 Orang
Capaian 200 Orang
Target: 50 Orang Aktual/target: 400,0%
Δ 150 Orang Perubahan 300,0%
Adopsi perilaku hidup sehat Sosialisasi kesehatan reproduksi remaja putri dan pencegahan penyakit menular seksual · Sosial
Terukur
Baseline 20 Orang
Capaian 29 Orang
Target: 30 Orang Aktual/target: 96,7%
Δ 9 Orang Perubahan 45,0%
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan Kolaborasi dengan Puskesmas Mengenai Cegah Stunting · Sosial
Terukur
Baseline 30 Orang
Capaian 46 Orang
Target: 35 Orang Aktual/target: 131,4%
Δ 16 Orang Perubahan 53,3%
Peningkatan produktivitas BrandRise UMKM, Go Digital · Ekonomi
Terukur
Baseline 10 Orang
Capaian 15 Orang
Target: 20 Orang Aktual/target: 75,0%
Δ 5 Orang Perubahan 50,0%
Peningkatan produktivitas Pendampingan UMKM · Ekonomi
Terukur
Baseline 2 UMKM/pelaku usaha
Capaian 3 UMKM/pelaku usaha
Target: 3 UMKM/pelaku usaha Aktual/target: 100,0%
Δ 1 UMKM/pelaku usaha Perubahan 50,0%
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan Sosialisasi Stop Bullying · Sosial
Terukur
Baseline 30 Orang
Capaian 90 Orang
Target: 30 Orang Aktual/target: 300,0%
Δ 60 Orang Perubahan 200,0%
Peningkatan Keefektifan Pembakaran Rocket Stove dan Tempat Sampah Fasilitas Umum · Lingkungan
Terukur
Baseline 50 Persen (%)
Capaian 65 Persen (%)
Target: 70 Persen (%) Aktual/target: 92,9%
Δ 15 Persen (%) Perubahan 30,0%
Adopsi perilaku hidup sehat Penanganan Pertama Cedera · Sosial
Terukur
Baseline 20 Orang
Capaian 30 Orang
Target: 20 Orang Aktual/target: 150,0%
Δ 10 Orang Perubahan 50,0%
Peta Tiga Dimensi Dampak

Sosial

9 Program
6 Indikator
6 Terukur
  • Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan
  • Peningkatan partisipasi dan antusiasme masyarakat dalam kegiatan kebe
  • Adopsi perilaku hidup sehat
  • Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan

Ekonomi

2 Program
2 Indikator
2 Terukur
  • Peningkatan produktivitas
  • Peningkatan produktivitas

Lingkungan

8 Program
2 Indikator
2 Terukur
  • Pengurangan timbulan sampah
  • Peningkatan Keefektifan Pembakaran
25 - Desa Sukapura 2 / 5 · Perubahan & Dampak
Halaman 3 · Intervensi → Hasil → Dampak

Program, Hasil, Dampak & Nilai

10 program

English Conversation and Mosaic

Sosial Lingkungan SDG 4 · Pendidikan Berkualitas
Tujuan
Meningkatkan kemampuan dasar bahasa Inggris melalui pengenalan kosakata sederhana dan percakapan singkat, serta mengembangkan kreativitas, ketelitian, dan kerja sama anak melalui kegiatan membuat mosaic dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Sasaran
Siswa SD
Hasil
Sebanyak 42 siswa SD mengikuti kegiatan English Conversation and Mosaic. Peserta memperoleh kosakata baru dalam bahasa Inggris melalui pembelajaran yang interaktif serta berhasil membuat karya mosaic. Selama kegiatan berlangsung peserta menunjukkan antusiasme dan keterlibatan aktif dalam setiap sesi pembelajaran.
Manfaat
Program meningkatkan minat belajar anak terhadap bahasa Inggris melalui metode yang menyenangkan. Selain bertambahnya pengetahuan kosakata, peserta juga mengembangkan kreativitas, ketelitian, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri dalam mengikuti proses pembelajaran.
Keberlanjutan
Kegiatan dapat dilanjutkan oleh guru maupun relawan melalui pembelajaran bahasa Inggris sederhana yang dipadukan dengan aktivitas kreatif di sekolah. Model pembelajaran ini dapat diterapkan secara berkala sebagai kegiatan pengisi waktu luang sekaligus mendukung peningkatan literasi dan kreativitas siswa sekolah dasar.

Menuju Sukapura Zero Waste

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Membantu mengasah kreatifitas anak-anak dan membantu anak-anak untuk mengetahui tentang pemilihan sampah
Sasaran
Anak usia dini, Siswa SD, Siswa SMP
Hasil
Peserta memperoleh pemahaman mengenai jenis sampah, prinsip 3R, serta mampu mempraktikkan pembuatan ecoprint sebagai bentuk pemanfaatan bahan alami. Kegiatan berlangsung dengan partisipasi dan antusiasme yang tinggi.
Manfaat
Program meningkatkan kepedulian peserta terhadap kebersihan lingkungan, mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dini, serta mengembangkan kreativitas melalui pemanfaatan bahan-bahan alami menjadi karya yang bernilai.
Keberlanjutan
Materi 3R dan praktik ecoprint dapat diterapkan kembali oleh sekolah sebagai kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler sehingga budaya peduli lingkungan dapat terus dikembangkan.

Event Senam, Lomba Seru dan Doorprize serta penayangan AfterMovie

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Meningkatkan kebersamaan dan mempererat silaturahmi antarwarga Desa Sukapura.
Sasaran
Anak usia dini, Siswa SD, Siswa SMP, Ibu/PKK, Masyarakat umum
Hasil
Terlaksananya senam bersama yang diikuti masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya aktivitas fisik. Serta Terlaksananya lomba seru yang berhasil mempererat kebersamaan, kekompakan, dan interaksi antarwarga.
Manfaat
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat melalui aktivitas fisik. Mempererat tali silaturahmi, kebersamaan, dan kekompakan antarwarga.
Keberlanjutan
Senam bersama dapat dijadikan kegiatan rutin desa. Kegiatan kebersamaan seperti lomba dapat diselenggarakan pada peringatan hari besar atau agenda desa.

Sosialisasi kesehatan reproduksi remaja putri dan pencegahan penyakit menular seksual

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Meningkatkan pengetahuan remaja putri mengenai kesehatan reproduksi,perubahan pada masa pubertas, cara menjaga kebersihan organ reproduksi, serta pencegahan penyakit menular seksual.
Sasaran
Siswa SD, Siswa SMP
Hasil
Peserta dapat Memahami mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual. peserta sangat aktif dan banyak bertanya tentang materi yang sudah diberikan.
Manfaat
Peserta dapat Memahami mengenai kesehatan reproduksi dan pencegahan penyakit menular seksual. peserta sangat aktif dan banyak bertanya tentang materi yang sudah diberikan.
Keberlanjutan
program ini sudah tersusun dengan adanya posrem di dusun lamuniser yang sudah berjalan dengan baik

Kolaborasi dengan Puskesmas Mengenai Cegah Stunting

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemberian media edukasi (buku saku), alat ukur (metline) dan makanan tambahan bergizi (puding daun kelor)
Sasaran
Ibu/PKK, Keluarga/rumah tangga, Masyarakat umum
Hasil
Masyarakat dapat mengetahui faktor utama dan pencegahan dari stunting serta dapat menyadari faktor dan ciri tersebut
Manfaat
mendukung pertumbuhan fisik anak secara optimal sehingga tinggi dan berat badan sesuai dengan usianya.
Keberlanjutan
Materi penyuluhan dan edukasibuku saku serta makanan bergizi dapat di lakukan secara rutin

BrandRise UMKM, Go Digital

Sosial Ekonomi
Tujuan
Bertujuan membantu para pelaku UMKM untuk pembuatan logo, branding dan medias sosial
Sasaran
Pelaku UMKM
Hasil
Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam membangun identitas merek (branding) serta memanfaatkan platform digital sebagai media promosi, sehingga UMKM memiliki logo, kemasan, dan media pemasaran digital yang lebih menarik untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha
Manfaat
Pelaku UMKM memiliki kemampuan dalam membangun citra merek, memanfaatkan media digital untuk promosi, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk.
Keberlanjutan
Pelaku UMKM diharapkan terus menerapkan dan mengembangkan strategi branding serta aktif memanfaatkan media digital untuk promosi secara konsisten. Identitas merek, media sosial, dan Google Maps yang telah dibuat dapat dikelola secara mandiri agar jangkauan pasar semakin luas dan mendukung keberlanjutan perkembangan usaha.

Pendampingan UMKM

Sosial Ekonomi SDG 8 · Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi SDG 9 · Industri, Inovasi dan Infrastruktur SDG 12 · Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab
Tujuan
Membantu pelaku UMKM (homemade) untuk membrandingkan seperti logo, packaging dan media sosia
Sasaran
Pelaku UMKM
Hasil
Teridentifikasinya kebutuhan dan potensi masing-masing UMKM melalui pendampingan langsung, serta meningkatnya pemahaman pelaku UMKM mengenai pengembangan usaha, branding, dan pemasaran digital sesuai dengan kondisi usahanya.
Manfaat
Membantu pelaku UMKM memperoleh pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan usahanya, meningkatkan pemahaman dalam pengelolaan dan pengembangan usaha, serta mendorong penerapan strategi pemasaran dan branding yang lebih efektif.
Keberlanjutan
Pelaku UMKM diharapkan terus menerapkan hasil pendampingan dalam pengelolaan usahanya serta melanjutkan pengembangan branding, pemasaran, dan digitalisasi secara mandiri. Data dan hasil identifikasi kebutuhan UMKM juga dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa atau pihak terkait sebagai dasar pembinaan lanjutan.

Sosialisasi Stop Bullying

Sosial Lingkungan SDG 4 · Pendidikan Berkualitas SDG 5 · Kesetaraan Gender
Tujuan
Membangun kesadaran kepada anak-anak sejak dini jenis-jenis perundundungan (fisik, sosial, verbal) dan dampak dari bullying
Sasaran
Siswa SD, Siswa SMP
Hasil
Meningkatnya pemahaman dan kesadaran siswa mengenai bentuk, dampak, serta cara mencegah bullying, sehingga tumbuh sikap saling menghargai, peduli, dan berani menolak maupun melaporkan tindakan perundungan.
Manfaat
Meningkatkan kesadaran siswa untuk saling menghormati, mencegah terjadinya perilaku bullying, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar.
Keberlanjutan
Sekolah diharapkan terus menanamkan nilai-nilai saling menghargai dan anti-bullying melalui kegiatan pembiasaan, edukasi, serta pengawasan dari guru dan orang tua. Siswa juga diharapkan menerapkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.

Rocket Stove dan Tempat Sampah Fasilitas Umum

Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 7 · Energi Bersih dan Terjangkau SDG 17 · Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Tujuan
Menyediakan fasilitas umum berupa rocket stove dan tempat sampah untuk mendukung kegiatan masyarakat, meningkatkan kebersihan lingkungan, serta mendorong penggunaan sarana memasak yang lebih hemat bahan bakar, minim asap, dan ramah lingkungan.
Sasaran
Masyarakat umum
Hasil
Tersedianya rocket stove dan tempat sampah sebagai fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mendukung kegiatan bersama, meningkatkan kebersihan lingkungan, dan pembakaran sampah yang minim asap.
Manfaat
Meningkatkan kebersihan dan kenyamanan lingkungan melalui penyediaan tempat sampah, serta mendukung kegiatan masyarakat dengan rocket stove yang lebih hemat bahan bakar, minim asap, dan ramah lingkungan.
Keberlanjutan
Masyarakat dan pemerintah desa diharapkan memanfaatkan, merawat, dan mengelola rocket stove serta tempat sampah secara berkelanjutan. Selain itu, perlu dilakukan pembiasaan menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan rocket stove sesuai fungsinya agar manfaat fasilitas dapat dirasakan dalam jangka panjang

Penanganan Pertama Cedera

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Meningkatkan keterampilan sasaran dalam memberikan pertolongan pertama pada cedera olahraga/sehari-hari
Sasaran
Pemuda/karang taruna, Ibu/PKK, Masyarakat umum
Hasil
Masyarakat menjadi tahu dan melek tentang pentingnya penanganan pertama pada saat cedera agar tidak menimbulkan sakit yang berlebih
Manfaat
Masyarakat dapat mengetahui dan bisa mempraktekkan penanganan pertama pada cedera ringan
Keberlanjutan
ilmu yang kami sampaikan sudah di praktekan oleh beberapa warga, semoga kedepannya banyak warga yang mengikuti nya
Rp 3.822.937 Total investasi
Rp 3.146.311 Present value manfaat
0,82 : 1 Rasio SROI
Hasil Utama
Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia Kelompok 25 di Desa Sukapura, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pendekatan partisipatif berbasis potensi dan kebutuhan wilayah. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara, ditemukan beberapa permasalahan utama, meliputi pengelolaan sampah yang belum optimal, tantangan pada bidang pendidikan dan perkembangan anak, isu kesehatan seperti stunting, kesehatan reproduksi remaja, keterbatasan kapasitas UMKM dalam branding dan pemasaran digital, serta perlunya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan sosial. Untuk menjawab permasalahan tersebut, mahasiswa melaksanakan sepuluh program kerja melalui metode edukasi, penyuluhan, pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta kolaborasi dengan pemerintah desa, puskesmas, sekolah, dan masyarakat. Program yang dilaksanakan meliputi edukasi lingkungan dan ecoprinting, pembelajaran bahasa Inggris dan mosaik, pelatihan penanganan pertama cedera, sosialisasi kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, pendampingan dan digitalisasi UMKM, pembangunan rocket stove dan tempat sampah, sosialisasi anti-bullying, serta kegiatan olahraga dan pemberdayaan masyarakat. Seluruh program berhasil direalisasikan dengan baik selama masa KKN dan menunjukkan hasil berupa meningkatnya pengetahuan, keterampilan, serta partisipasi masyarakat di berbagai bidang. Selain memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, kegiatan ini juga menghasilkan luaran berupa profil desa, publikasi media massa, artikel ilmiah, dan video dokumentasi sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian serta dukungan terhadap pembangunan Desa Sukapura yang berkelanjutan.
Dampak
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pendidikan Indonesia Kelompok 25 di Desa Sukapura memberikan dampak positif terhadap peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan partisipasi masyarakat dalam bidang lingkungan, pendidikan, kesehatan, ekonomi, serta sosial. Melalui berbagai kegiatan edukasi, pelatihan, pendampingan, dan kolaborasi dengan pemerintah desa serta mitra terkait, masyarakat memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan sampah, kesehatan reproduksi, pencegahan stunting, penanganan cedera, serta penguatan kapasitas UMKM melalui branding dan pemasaran digital. Program yang dilaksanakan juga mendorong kreativitas dan karakter anak melalui kegiatan edukatif, mempererat kebersamaan masyarakat melalui kegiatan olahraga, serta menyediakan sarana pendukung pengelolaan lingkungan. Selain dampak langsung kepada masyarakat, kegiatan KKN menghasilkan luaran berupa dokumen profil desa, publikasi di media massa, artikel ilmiah, dan video dokumentasi sebagai bentuk diseminasi hasil pengabdian. Secara keseluruhan, program KKN berhasil memperkuat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat serta memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan Desa Sukapura yang lebih sehat, aktif, tangguh, dan berdaya saing.
Rekomendasi
Keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan lanjutan, penetapan penanggung jawab di tingkat desa, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, mitra, dan masyarakat. Program-program yang telah memberikan dampak positif, seperti edukasi lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM, diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan pada sasaran yang lebih luas agar manfaatnya semakin berkelanjutan.
Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, hasil dan luaran kegiatan diserahkan kepada pemerintah desa dan mitra sebagai bahan pengembangan program. Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat dilakukan melalui pendampingan oleh pemerintah desa, mitra, maupun kelompok KKN berikutnya, disertai penguatan kemitraan dan pemanfaatan sumber daya lokal agar program yang telah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sukapura.
Seluruh Luaran / Solusi
Totebag Ecoprinting
Model pendampingan UMKM, model desa sehat, atau model literasi keluarga.
Event Senam Bersama
Buku saku panduan cegah stunting dan metline (alat ukur)
Pembuatan Desain logo, packaging serta SOP Kemasan
25 - Desa Sukapura 3 / 5 · Program & Hasil
Halaman 4 · Evidence

Dokumentasi, Artikel, Video & Dokumen

Semua foto dan tautan bukti dari versi sebelumnya tetap dimuat pada halaman ini.

14 foto · 8 tautan
25 - Desa Sukapura 4 / 5 · Bukti & Luaran
Halaman 5 · Tim & Keberlanjutan

DPL, Seluruh Mahasiswa & Tindak Lanjut

12 mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan Delli Yuliana Rahmat
AD
Alisha Deshintya Suryaningrum 2307289 · Industri Pariwisata - S1
JK
Jasella Kartika Aryadi 2307077 · Keperawatan - S1
LH
Leni Hidayah 2300921 · Industri Pariwisata - S1
MC
Mahadewi Cahya Putri Wijaya 2304917 · Industri Pariwisata - S1
Muhammad Afrizal Suhenda Putra
Muhammad Afrizal Suhenda Putra 2311571 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
NK
Nazwa Khoirunnisa 2300065 · Keperawatan - S1
Novita Alisya Putri
Novita Alisya Putri 2309512 · Industri Pariwisata - S1
RA
Reza Ahmad Setiawan 2303858 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
RF
Rodian Firdaus 2301986 · Industri Pariwisata - S1
Rosyiana Putri Lestari 
Rosyiana Putri Lestari  2311380  · Keperawatan - S1
ST
Salwa Tri Aulia 2311622 · Keperawatan - S1
SZ
Septiana Zahroh As'ari Utomo 2309219 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
Rekomendasi
Keberlanjutan program perlu didukung melalui pendampingan lanjutan, penetapan penanggung jawab di tingkat desa, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah desa, mitra, dan masyarakat. Program-program yang telah memberikan dampak positif, seperti edukasi lingkungan, kesehatan, dan pemberdayaan UMKM, diharapkan dapat direplikasi dan dikembangkan pada sasaran yang lebih luas agar manfaatnya semakin berkelanjutan.
Tindak Lanjut
Sebagai tindak lanjut, hasil dan luaran kegiatan diserahkan kepada pemerintah desa dan mitra sebagai bahan pengembangan program. Keberlanjutan kegiatan diharapkan dapat dilakukan melalui pendampingan oleh pemerintah desa, mitra, maupun kelompok KKN berikutnya, disertai penguatan kemitraan dan pemanfaatan sumber daya lokal agar program yang telah dilaksanakan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Sukapura.
Transparansi pengukuran: perubahan hanya dihitung jika baseline dan capaian tersedia. Tidak ada data laporan yang dihilangkan dalam komposisi dinamis 4–6 halaman.