Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di desa lebaksiuh : kolaborasi mahasiswa kkn dan kelembagaan desa Impact Storybook · 4–6 halaman dinamis per kelompok · seluruh data tetap ditampilkan
Halaman 1 · Profil & Executive Overview

Pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal di desa lebaksiuh : kolaborasi mahasiswa kkn dan kelembagaan desa

38 - Desa Lebaksiuh Semester Genap 2025/2026 2026 KKN Kampus Berdampak "Sauyunan": Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan Lebaksiuh, Jatigede, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
Dokumentasi utama 38 - Desa Lebaksiuh
Desa Lebaksiuh memiliki potensi lokal yang cukup besar, mulai dari daya tarik alam Curug Kawao, situs makam keramat Mbah Buyut, komoditas perkebunan mangga Gedong Gincu, hingga produk UMKM unggulan seperti keripik mangga, gula aren, opak carang, dan keripik gadung leuwihiem. Namun, pemanfaatan potensi tersebut belum optimal akibat terbatasnya pengetahuan masyarakat dalam mengelola sumber daya secara produktif serta belum kuatnya sinergi antara masyarakat dan lembaga desa. Kegiatan ini bertujuan mengidentifikasi potensi lokal Desa Lebaksiuh, memperkuat kapasitas lembaga desa dan partisipasi masyarakat, serta merumuskan model kolaborasi antara mahasiswa KKN dan lembaga desa yang dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain. Kegiatan dilaksanakan oleh mahasiswa KKN UPI Kelompok 38 menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui strategi partisipatif, meliputi identifikasi potensi, perencanaan aksi bersama, pengorganisasian masyarakat, implementasi program, monitoring, evaluasi, dan dokumentasi.Kegiatan ini menghasilkan lima luaran utama: peta potensi desa, video profil desa, video promosi UMKM dan Curug Kawao, papan nama identitas Curug Kawao, serta label produk UMKM Opak Carang. Kelima luaran ini memperkuat basis data pembangunan desa, memperluas jangkauan promosi, serta meningkatkan identitas visual destinasi dan usaha mikro. Kegiatan ini membuktikan bahwa kolaborasi mahasiswa KKN dan lembaga desa efektif dalam mengoptimalkan potensi lokal serta mendorong kemandirian ekonomi desa yang berkelanjutan
9 Program kerja
24 Indikator
0 Indikator terukur
18 Bukti
Kelengkapan pengukuran perubahan 0,0%
0 dari 24 indikator memiliki baseline, target, dan capaian.
38 - Desa Lebaksiuh 1 / 5 · Profil & Ringkasan
Halaman 2 · Perubahan Terukur

Baseline → Capaian Aktual

Semua indikator tetap ditampilkan. Delta hanya dihitung jika baseline dan capaian numerik tersedia. Target adalah pembanding rencana, bukan penilaian otomatis.

24 indikator
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan kelas ibu hamil dan kelas ibu dengan balita · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Tingkat adopsi praktik yang diperkenalkan kelas ibu hamil dan kelas ibu dengan balita · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Kelompok/kelembagaan yang tetap aktif sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Adopsi perilaku hidup sehat sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Adopsi perilaku hidup sehat sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Kelompok/kelembagaan yang tetap aktif sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Tingkat adopsi praktik yang diperkenalkan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Kelompok/kelembagaan yang tetap aktif sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Tingkat adopsi praktik yang diperkenalkan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Tingkat partisipasi masyarakat sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Kelompok/kelembagaan yang tetap aktif sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Adopsi perilaku hidup sehat sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Tingkat partisipasi masyarakat sosialisasi kepinjas · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan hubungan sosial dan partisipasi masyarakat dalam kegiatan Turnamen Bola Voli Lebaksiuh 2026 · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan pengetahuan tentang PHBS Mengajar ke sekolah dasar menyampaikan materi perilaku hidup bersih dan sehat PHBS · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan kesehatan masyarakat Posyandu dan posbindu · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Pembuatan papan nama identitas curug pembuatan papan nama curug · Lingkungan
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan produktivitas Pemberian label umkm · Ekonomi
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan pengetahuan masyarakat tentang pemetaan potensi desa Pemasangan peta potensi · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peningkatan pendidikan berkualitas Mengajar Disekolah Dengan Materi Pendidikan Jasmani · Sosial
Belum
Baseline
Capaian
Target:
Peta Tiga Dimensi Dampak

Sosial

7 Program
22 Indikator
0 Terukur
  • Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan
  • Tingkat adopsi praktik yang diperkenalkan
  • Kelompok/kelembagaan yang tetap aktif
  • Peningkatan skor pengetahuan/keterampilan

Ekonomi

1 Program
1 Indikator
0 Terukur
  • Peningkatan produktivitas

Lingkungan

1 Program
1 Indikator
0 Terukur
  • Pembuatan papan nama identitas curug
38 - Desa Lebaksiuh 2 / 5 · Perubahan & Dampak
Halaman 3 · Intervensi → Hasil → Dampak

Program, Hasil, Dampak & Nilai

9 program

kelas ibu hamil dan kelas ibu dengan balita

Sosial SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai kehamilannya dan meningkatkan ibu dalam merawat balita
Sasaran
Keluarga/rumah tangga, Masyarakat umum
Hasil
meningkatnya pengetahuan ibu hamil dan ibu balita
Manfaat
meningkatnya pengetahuan serta kesehatan ibu hamil dan ibu balita
Keberlanjutan
program ibu hamil dan ibu balita diharapkan berlanjut secara rutin setiap bulan

sosialisasi kepinjas

Sosial SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4 · Pendidikan Berkualitas SDG 17 · Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Tujuan
untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran masyarakat Desa Lebaksiuh mengenai pengembangan potensi desa melalui sektor pariwisata, kesehatan, dan olahraga. Melalui kegiatan ini diharapkan masyarakat memahami peran Pokdarwis dalam pengembangan wisata dan UMKM, pentingnya pencegahan stunting melalui pemenuhan gizi dan pola asuh yang tepat, serta manfaat aktivitas fisik sebagai upaya mewujudkan gaya hidup sehat dan mencegah penyakit.
Sasaran
Pemuda/karang taruna, Ibu/PKK, Masyarakat umum, Pelaku UMKM, Kelompok tani/ternak, Kader desa/kesehatan, Perangkat desa
Hasil
Masyarakat memperoleh peningkatan pengetahuan mengenai pengembangan potensi wisata desa, pencegahan stunting, dan pentingnya aktivitas fisik.
Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Lebaksiuh dalam meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat untuk mengembangkan potensi wisata desa dan UMKM, menerapkan perilaku hidup sehat melalui pencegahan stunting, serta membiasakan aktivitas fisik secara rutin. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat mendukung terwujudnya masyarakat yang lebih sehat, mandiri, dan berdaya saing.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok peduli wisata, kader kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat dengan melanjutkan kegiatan edukasi serta sosialisasi secara berkala. Materi edukasi yang telah diberikan dapat dimanfaatkan kembali sebagai bahan pembelajaran, sehingga masyarakat dapat terus menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan potensi wisata desa, pencegahan stunting, dan penerapan gaya hidup sehat.

Turnamen Bola Voli Lebaksiuh 2026

Sosial
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan kebersamaan antar masyarakat desa melalui turnamen bola voli, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga, menumbuhkan semangat sportivitas, serta mendorong terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, dan memiliki solidaritas yang kuat.
Sasaran
Siswa SMP, Siswa SMA/SMK, Pemuda/karang taruna, Masyarakat umum, Komunitas lokal
Hasil
Terlaksananya turnamen bola voli antar desa yang diikuti oleh masyarakat sebagai wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, serta menumbuhkan semangat sportivitas dan kebersamaan.
Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan sosial antar masyarakat, meningkatkan semangat kebersamaan dan kerja sama, mendorong penerapan gaya hidup aktif melalui olahraga, serta menjadi sarana hiburan dan interaksi positif bagi masyarakat Desa Lebaksiuh dan desa sekitarnya.
Keberlanjutan
Kegiatan turnamen bola voli diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang diselenggarakan oleh pemerintah desa, karang taruna, dan masyarakat melalui kolaborasi yang berkelanjutan. Dengan demikian, turnamen ini dapat terus menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga, serta mendukung terciptanya masyarakat yang sehat, aktif, dan harmonis.

Mengajar ke sekolah dasar menyampaikan materi perilaku hidup bersih dan sehat PHBS

Sosial SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 4 · Pendidikan Berkualitas
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Melalui kegiatan ini diharapkan siswa mampu menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, seperti mencuci tangan dengan benar, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta membiasakan perilaku sehat dalam kehidupan sehari-hari.
Sasaran
Siswa SD
Hasil
Meningkatnya pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sehingga mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan membentuk kebiasaan siswa dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sehingga mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan nyaman.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan oleh pihak sekolah melalui pembiasaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kegiatan sehari-hari dengan dukungan guru dan warga sekolah. Selain itu, diharapkan adanya media edukasi yang menarik lainnya sebagai sarana pembelajaran sehingga siswa dapat terus menerapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat baik di sekolah maupun di rumah.

Posyandu dan posbindu

Sosial SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tujuan
Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung pelaksanaan Posyandu dan Posbindu agar berjalan secara optimal, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pemantauan status kesehatan dan edukasi kesehatan kepada masyarakat.
Sasaran
Anak usia dini, Masyarakat umum, Lansia
Hasil
Pelaksanaan Posyandu dan Posbindu berjalan dengan lancar melalui dukungan mahasiswa KKN, sehingga pelayanan kesehatan, pemantauan status kesehatan, dan edukasi kepada masyarakat dapat terlaksana secara optimal.
Manfaat
Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung kualitas pelayanan Posyandu dan Posbindu, meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemantauan kesehatan secara rutin, serta memperkuat upaya promotif dan preventif di masyarakat.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program diharapkan dapat dilakukan melalui pelaksanaan Posyandu dan Posbindu secara rutin oleh kader kesehatan, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa. Dukungan serta kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat terus menjaga kualitas pelayanan dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan secara berkelanjutan.

pembuatan papan nama curug

Lingkungan SDG 9 · Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Tujuan
Mewujudkan papan identitas dan penunjuk arah Curug sebagai media informasi yang mendukung pengenalan dan pengembangan potensi wisata desa
Sasaran
Masyarakat umum, Komunitas lokal
Hasil
Program ini menghasilkan pemasangan papan nama identitas Curug Kawao sebagai salah satu potensi wisata desa. Keberadaan papan nama tersebut memudahkan masyarakat dan pengunjung dalam mengenali serta menemukan lokasi Curug, sekaligus menjadi media informasi awal untuk mendukung pengembangan destinasi wisata desa.
Manfaat
Pemasangan papan nama memberikan manfaat berupa meningkatnya kemudahan akses informasi mengenai lokasi Curug serta memperkuat identitasnya sebagai potensi wisata desa. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi wisata lokal, sehingga mendukung upaya promosi desa dan membuka peluang peningkatan kunjungan wisatawan di masa mendatang.
Keberlanjutan
Keberlanjutan Program Keberlanjutan program dapat dilakukan melalui perawatan papan nama secara berkala oleh pemerintah desa atau pihak pengelola agar tetap berfungsi dengan baik. Selain itu, promosi Curug dapat terus dikembangkan melalui media sosial, website desa, maupun kegiatan desa lainnya, serta didukung dengan pengembangan fasilitas dan pembentukan kelembagaan pengelola wisata apabila potensi Curug mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Pemberian label umkm

Ekonomi SDG 12 · Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab
Tujuan
Program ini bertujuan memberikan identitas yang jelas kepada pelaku UMKM melalui pemasangan label usaha, sehingga memudahkan masyarakat mengenali dan menemukan UMKM serta mendukung promosi produk lokal.
Sasaran
Pelaku UMKM
Hasil
Program menghasilkan pemasangan label pada UMKM yang memuat identitas usaha sebagai media informasi bagi masyarakat dan pengunjung. Dengan adanya label tersebut, setiap UMKM memiliki identitas yang lebih jelas dan mudah dikenali.
Manfaat
Pemberian label UMKM meningkatkan visibilitas dan citra usaha, memudahkan konsumen dalam mengenali pelaku usaha, serta mendukung promosi produk lokal. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan konsumen dan mendorong perkembangan ekonomi masyarakat desa.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program dilakukan melalui pemeliharaan label oleh pelaku UMKM dan pemerintah desa agar tetap dalam kondisi baik. Selain itu, pelabelan dapat diperluas kepada UMKM baru sehingga seluruh pelaku usaha di desa memiliki identitas yang seragam dan mendukung pengembangan ekonomi lokal.

Pemasangan peta potensi

Sosial
Tujuan
Program ini bertujuan menyediakan peta potensi desa sebagai media informasi yang memuat persebaran potensi wisata dan UMKM sehingga memudahkan masyarakat dan pengunjung dalam memperoleh informasi mengenai potensi desa.
Sasaran
Masyarakat umum
Hasil
Program menghasilkan pemasangan peta potensi desa di lokasi strategis yang menampilkan informasi mengenai persebaran potensi wisata, dan UMKM. Peta tersebut menjadi media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat maupun pengunjung.
Manfaat
Pemasangan peta potensi desa memudahkan masyarakat dan pengunjung dalam mengenali potensi yang dimiliki desa serta membantu memperkenalkan potensi desa secara lebih luas. Program ini juga mendukung promosi desa, meningkatkan akses informasi, dan menjadi sarana pendukung dalam pengembangan potensi wisata dan ekonomi lokal.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program dilakukan melalui pemeliharaan dan pembaruan isi peta secara berkala oleh pemerintah desa sesuai dengan perkembangan potensi desa. Dengan demikian, informasi yang tersedia tetap akurat, relevan, dan dapat dimanfaatkan sebagai media promosi serta perencanaan pengembangan desa di masa mendatang

Mengajar Disekolah Dengan Materi Pendidikan Jasmani

Sosial SDG 4 · Pendidikan Berkualitas
Tujuan
Program ini bertujuan mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dasar melalui pemberian materi dan praktik aktivitas fisik yang menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, keterampilan gerak, serta kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kesehatan dan kebugaran.
Sasaran
Siswa SD
Hasil
Program terlaksana dalam bentuk kegiatan mengajar pendidikan jasmani yang meliputi penyampaian materi dan praktik gerak dasar kepada peserta didik sekolah dasar. Kegiatan ini berlangsung dengan antusias dan memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif serta menyenangkan.
Manfaat
Pelaksanaan program membantu meningkatkan pemahaman peserta didik mengenai pentingnya aktivitas fisik, melatih keterampilan gerak dasar, serta menumbuhkan kebiasaan hidup sehat sejak usia dini. Selain itu, kegiatan ini turut mendukung proses pembelajaran pendidikan jasmani di sekolah dan meningkatkan semangat belajar peserta didik.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program dapat dilakukan melalui pelaksanaan pembelajaran pendidikan jasmani secara rutin oleh guru dengan memanfaatkan metode dan permainan edukatif yang telah diterapkan. Sekolah juga dapat terus mendorong peserta didik untuk aktif mengikuti kegiatan olahraga guna membentuk pola hidup sehat secara berkelanjutan.
Rp 4.968.701 Total investasi
Rp 0 Present value manfaat
0,00 : 1 Rasio SROI
Dampak
- Peningkatan pengetahuan masyarakat setelah mengikuti penyuluhan kesehatan. - Meningkatnya kesadaran untuk menerapkan perilaku hidup sehat. - Terbentuknya kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, kader, dan masyarakat desa lebaksiuh. - Tersusunnya profil desa/dokumen yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan promosi dan perencanaan desa lebaksiuh. - Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan yang dilaksanakan, seperti Turnamen Bola Voli yang membuka kembali ajang silaturahmi antar desa se-Jatigede.
Rekomendasi
Berdasarkan hasil pelaksanaan KKN, pemerintah Desa Lebaksiuh disarankan untuk memperkuat program kesehatan melalui peningkatan kegiatan Posyandu, Posbindu, edukasi PHBS, serta kerja sama dengan Puskesmas. Di bidang pendidikan, perlu ditingkatkan kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, dan perguruan tinggi guna mendukung pendampingan belajar dan peningkatan kualitas pendidikan. Pada bidang ekonomi, penguatan BUMDes, pengembangan UMKM, pemasaran digital, serta promosi produk unggulan desa perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bidang pariwisata, pengembangan potensi Curug Kawao dan kawasan Gedong Gincu perlu didukung melalui pembentukan Pokdarwis, penyediaan fasilitas, dan promosi digital. Sementara itu, pada bidang olahraga, pemerintah desa diharapkan terus mendukung pembinaan bola voli melalui penyediaan sarana, pembinaan atlet, dan penyelenggaraan turnamen. Secara keseluruhan, keberlanjutan program KKN memerlukan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat terus berkembang bagi kemajuan Desa Lebaksiuh.
Tindak Lanjut
Pembentukan kelembagaan desa seperti kelompok peduli wisata hasil pengembangan dan sosialisasi bersama karang taruna desa lebaksiuh
Seluruh Luaran / Solusi
Paket intervensi kesehatan masyarakat
Paket edukasi gizi, lembar skrining, kartu pemantauan, dan panduan kader.
Model pemberdayaan dan pendampingan
Model pendampingan UMKM, model desa sehat, atau model literasi keluarga.
Kelompok atau kelembagaan pengelola
Kader, kelompok usaha, pengelola wisata, bank sampah, atau forum desa.
Produk usaha baru atau produk yang disempurnakan
Produk olahan baru, diversifikasi produk, atau standardisasi kualitas.
Paket intervensi kesehatan masyarakat
Paket edukasi gizi, lembar skrining, kartu pemantauan, dan panduan kader.
Menyelenggarakan turnamen bola voli untuk mempererat silaturahmi antar desa, sportivitas, dan kebersamaan warga Desa Lebaksiuh.
Paket intervensi kesehatan masyarakat
Paket edukasi gizi, lembar skrining, kartu pemantauan, dan panduan kader.
Dukungan posyandu dan posbindu
papan nama curug kawao
Logo, desain kemasan, label, foto produk, dan katalog digital.
Desain kemasan atau identitas merek
Produk olahan baru, diversifikasi produk, atau standardisasi kualitas.
Dokumen rencana aksi atau roadmap
Roadmap UMKM, rencana aksi kesehatan, rencana pengelolaan sampah, atau masterplan.
Modul pembelajaran dan panduan fasilitator
Modul literasi digital, bahan ajar, lembar praktik, dan panduan instruktur.
38 - Desa Lebaksiuh 3 / 5 · Program & Hasil
Halaman 4 · Evidence

Dokumentasi, Artikel, Video & Dokumen

Semua foto dan tautan bukti dari versi sebelumnya tetap dimuat pada halaman ini.

3 foto · 15 tautan
38 - Desa Lebaksiuh 4 / 5 · Bukti & Luaran
Halaman 5 · Tim & Keberlanjutan

DPL, Seluruh Mahasiswa & Tindak Lanjut

12 mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan Sufyar Mudjianto
Arnes Salsabila Pangestu
Arnes Salsabila Pangestu 2307238 · Industri Pariwisata - S1
Bella Ayu Ameliawati 
Bella Ayu Ameliawati  2301352  · Keperawatan - S1
DM
Darul Maulana 2312481 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
DS
Diksan Sugih Ramadhan 2307196 · Industri Pariwisata - S1
Dita Adistia Putri 
Dita Adistia Putri  2303835  · Keperawatan - S1
MA
M Alfan Syahda 2309995 · Industri Pariwisata - S1
Meidina Dwi Hapsari
Meidina Dwi Hapsari 2305091 · Industri Pariwisata - S1
MS
Muhammad Sidiq 2310419 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
Nazwa Kanayagi
Nazwa Kanayagi 2309619 · Industri Pariwisata - S1
RO
Regita Oktakarita 2312089 · Keperawatan - S1
Rizal Maulana
Rizal Maulana 2301397 · Keperawatan - S1
Wijana
Wijana 2308377 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
Rekomendasi
Berdasarkan hasil pelaksanaan KKN, pemerintah Desa Lebaksiuh disarankan untuk memperkuat program kesehatan melalui peningkatan kegiatan Posyandu, Posbindu, edukasi PHBS, serta kerja sama dengan Puskesmas. Di bidang pendidikan, perlu ditingkatkan kolaborasi antara pemerintah desa, sekolah, dan perguruan tinggi guna mendukung pendampingan belajar dan peningkatan kualitas pendidikan. Pada bidang ekonomi, penguatan BUMDes, pengembangan UMKM, pemasaran digital, serta promosi produk unggulan desa perlu terus dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bidang pariwisata, pengembangan potensi Curug Kawao dan kawasan Gedong Gincu perlu didukung melalui pembentukan Pokdarwis, penyediaan fasilitas, dan promosi digital. Sementara itu, pada bidang olahraga, pemerintah desa diharapkan terus mendukung pembinaan bola voli melalui penyediaan sarana, pembinaan atlet, dan penyelenggaraan turnamen. Secara keseluruhan, keberlanjutan program KKN memerlukan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, dan berbagai pemangku kepentingan agar manfaatnya dapat terus berkembang bagi kemajuan Desa Lebaksiuh.
Tindak Lanjut
Pembentukan kelembagaan desa seperti kelompok peduli wisata hasil pengembangan dan sosialisasi bersama karang taruna desa lebaksiuh
Transparansi pengukuran: perubahan hanya dihitung jika baseline dan capaian tersedia. Tidak ada data laporan yang dihilangkan dalam komposisi dinamis 4–6 halaman.