KKN KELOMPOK 31 Desa Tari Kolot Kecamatan Jatinunggal Kab. Sumedang bergerak peduli berbudaya Impact Storybook · 4–6 halaman dinamis per kelompok · seluruh data tetap ditampilkan
Halaman 1 · Profil & Executive Overview

KKN KELOMPOK 31 Desa Tari Kolot Kecamatan Jatinunggal Kab. Sumedang bergerak peduli berbudaya

31 - Desa Tarikolot Semester Genap 2025/2026 2026 KKN Kampus Berdampak "Sauyunan": Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan Jatinunggal (Sirnasari), Jatinunggal, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
Dokumentasi utama 31 - Desa Tarikolot
Kuliah Kerja Nyata (KKN) merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang bertujuan mengembangkan potensi desa sekaligus memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa. KKN Universitas Pendidikan Indonesia di Desa Tarikolot, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui kerja sama antara mahasiswa, pemerintah desa, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Program kerja disusun berdasarkan hasil observasi dan identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang nyata. Program yang dilaksanakan meliputi kegiatan senam bersama masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran akan pentingnya hidup sehat, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar, penyelenggaraan turnamen sepak bola dan bola voli sebagai sarana pembinaan olahraga serta mempererat silaturahmi antarwarga, promosi digital Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pembuatan papan penunjuk arah menuju objek wisata Curug, pendampingan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), serta berbagai kegiatan sosial dan administrasi desa. Seluruh program dilaksanakan melalui koordinasi dengan perangkat desa dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat. Hasil pelaksanaan KKN menunjukkan bahwa program-program yang telah dilaksanakan memperoleh respons positif dari masyarakat. Kegiatan olahraga dan edukasi kesehatan mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menerapkan pola hidup sehat, sedangkan promosi UMKM dan pemasangan papan penunjuk arah diharapkan dapat mendukung peningkatan potensi ekonomi dan pariwisata Desa Tarikolot. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, pelaksanaan KKN juga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam bekerja sama, berkomunikasi, memecahkan masalah, serta mengaplikasikan ilmu pengetahuan di lingkungan masyarakat. Dengan demikian, pelaksanaan KKN di Desa Tarikolot diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan bagi pembangunan desa serta memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan masyarakat.
4 Program kerja
4 Indikator
4 Indikator terukur
9 Bukti
Kelengkapan pengukuran perubahan 100,0%
4 dari 4 indikator memiliki baseline, target, dan capaian.
31 - Desa Tarikolot 1 / 5 · Profil & Ringkasan
Halaman 2 · Perubahan Terukur

Baseline → Capaian Aktual

Semua indikator tetap ditampilkan. Delta hanya dihitung jika baseline dan capaian numerik tersedia. Target adalah pembanding rencana, bukan penilaian otomatis.

4 indikator
Edukasi kesehatan dan kebersihan edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan pembiasaan sehari-hari agar perilaku hidup sehat tertanam sejak usia dini. · Lingkungan
Terukur
Baseline 0,03 Orang
Capaian 50 Orang
Target: 50 Orang Aktual/target: 100,0%
Δ 49,97 Orang Perubahan 166.566,7%
Turnamen Sepak Bola Putri Desa Cup turnamen sepak bola · Sosial
Terukur
Baseline 10 Skor/poin
Capaian 50 Skor/poin
Target: 49 Skor/poin Aktual/target: 102,0%
Δ 40 Skor/poin Perubahan 400,0%
Turnamen Bola Voli Desa Cup turnamen bola voly · Sosial
Terukur
Baseline 1 Skor/poin
Capaian 8 Skor/poin
Target: 9 Skor/poin Aktual/target: 88,9%
Δ 7 Skor/poin Perubahan 700,0%
Senam Sehat Ibu Ibu senam · Sosial
Terukur
Baseline 1 Orang
Capaian 14 Orang
Target: 15 Orang Aktual/target: 93,3%
Δ 13 Orang Perubahan 1.300,0%
Peta Tiga Dimensi Dampak

Sosial

3 Program
3 Indikator
3 Terukur
  • Turnamen Sepak Bola Putri Desa Cup
  • Turnamen Bola Voli Desa Cup
  • Senam Sehat Ibu Ibu

Ekonomi

1 Program
0 Indikator
0 Terukur

Lingkungan

4 Program
1 Indikator
1 Terukur
  • Edukasi kesehatan dan kebersihan
31 - Desa Tarikolot 2 / 5 · Perubahan & Dampak
Halaman 3 · Intervensi → Hasil → Dampak

Program, Hasil, Dampak & Nilai

4 program

edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) melalui kegiatan pembiasaan sehari-hari agar perilaku hidup sehat tertanam sejak usia dini.

Sosial Lingkungan SDG 4 · Pendidikan Berkualitas
Tujuan
1. Meningkatkan pengetahuan peserta didik mengenai pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam kehidupan sehari-hari. 2. Menanamkan kebiasaan hidup bersih dan sehat sejak usia dini melalui kegiatan pembiasaan yang sederhana dan berkelanjutan. 3. peserta didik untuk menerapkan perilaku sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga kebersihan diri, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. 4. kesadaran peserta didik akan pentingnya menjaga kesehatan untuk mencegah berbagai penyakit. 5. Mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan kondusif bagi proses belajar mengajar. 6. terbentuknya karakter peserta didik yang peduli terhadap kesehatan diri sendiri, teman, dan lingkungan sekitar.
Sasaran
Anak usia dini, Siswa SD
Hasil
Program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) berhasil meningkatkan pengetahuan dan kesadaran peserta didik mengenai pentingnya menjaga kebersihan dan kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Melalui penyampaian materi yang disertai praktik langsung, siswa mampu memahami dan mempraktikkan kebiasaan hidup sehat, seperti mencuci tangan dengan sabun menggunakan langkah yang benar, membuang sampah pada tempatnya, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah.
Manfaat
Pelaksanaan program edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran dan perubahan perilaku peserta didik dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Siswa menjadi lebih memahami pentingnya menerapkan kebiasaan hidup sehat serta mulai membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun, membuang sampah pada tempatnya, dan menjaga kebersihan lingkungan sekolah. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan antusiasme dan partisipasi aktif siswa dalam menerapkan PHBS selama proses pembelajaran maupun dalam aktivitas sehari-hari di sekolah. Guru juga memberikan respons positif karena materi yang disampaikan mendukung pembentukan karakter disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap kesehatan diri serta lingkungan. Secara keseluruhan, program ini berkontribusi dalam menumbuhkan budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah sebagai langkah awal pembentukan kebiasaan positif sejak usia dini.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) diharapkan dapat dilakukan melalui pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari kegiatan rutin di sekolah. Guru berperan dalam mengingatkan dan membimbing peserta didik untuk terus menerapkan kebiasaan seperti mencuci tangan dengan sabun, membuang sampah pada tempatnya, menjaga kebersihan kelas, serta menjaga kebersihan diri. Selain itu, pihak sekolah dapat mengintegrasikan materi PHBS ke dalam kegiatan pembelajaran, apel pagi, maupun program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Dukungan dari orang tua juga diperlukan agar kebiasaan hidup bersih dan sehat yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus diterapkan di lingkungan rumah. Dengan adanya kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan masyarakat, program PHBS diharapkan dapat menjadi budaya yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif terhadap kesehatan peserta didik dalam jangka panjang.

turnamen sepak bola

Lingkungan Ekonomi
Tujuan
Menyediakan wadah kegiatan olahraga yang positif untuk meningkatkan kesehatan masyarakat, mempererat kebersamaan antarwarga, serta mengembangkan minat dan bakat masyarakat di bidang sepak bola.
Sasaran
Pemuda/karang taruna, Masyarakat umum
Hasil
Turnamen sepak bola antar-RW berhasil dilaksanakan dengan melibatkan 6 tim peserta. Seluruh pertandingan berlangsung lancar, aman, dan sportif, serta mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat. Program ini menjadi wadah bagi pemuda untuk berolahraga sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga Desa Tarikolot.
Manfaat
Program turnamen sepak bola memberikan dampak positif berupa meningkatnya semangat kebersamaan, sportivitas, dan kerja sama antarwarga, khususnya para pemuda. Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi antar-RW, mendorong partisipasi masyarakat dalam kegiatan positif, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui olahraga. Selain itu, turnamen menciptakan suasana kebersamaan yang lebih harmonis dan memperkuat hubungan antara masyarakat, perangkat desa, dan mahasiswa KKN.
Keberlanjutan
Program turnamen sepak bola diharapkan dapat dilanjutkan secara rutin oleh pemerintah desa, Karang Taruna, atau organisasi kepemudaan sebagai agenda tahunan atau semesteran. Kegiatan ini dapat menjadi wadah pembinaan minat dan bakat pemuda di bidang olahraga, mempererat silaturahmi antar-RW, serta mendorong masyarakat untuk terus menerapkan gaya hidup aktif dan sehat. Keberlanjutan program dapat didukung melalui pembentukan panitia lokal, penyusunan jadwal kompetisi berkala, dan kerja sama dengan pemerintah desa maupun sponsor lokal.

turnamen bola voly

Sosial Lingkungan SDG 10 · Berkurangnya Kesenjangan
Tujuan
Tujuan pelaksanaan Turnamen Bola Voli adalah menyediakan wadah olahraga yang positif bagi masyarakat, meningkatkan partisipasi warga dalam kegiatan desa, mempererat silaturahmi antarwarga, menumbuhkan nilai sportivitas, serta mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat, aktif, dan produktif.
Sasaran
Pemuda/karang taruna, Keluarga/rumah tangga, Masyarakat umum, Perangkat desa
Hasil
Program Turnamen Bola Voli berhasil dilaksanakan dengan melibatkan 7 tim peserta. Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menjadi wadah untuk menyalurkan minat dan bakat di bidang bola voli. Turnamen juga menumbuhkan semangat sportivitas, kerja sama tim, dan kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Manfaat
Turnamen Bola Voli memberikan dampak positif berupa meningkatnya kebersamaan dan solidaritas antarwarga, tumbuhnya semangat sportivitas dan kerja sama, serta meningkatnya antusiasme masyarakat terhadap kegiatan olahraga. Selain itu, kegiatan ini menjadi sarana yang efektif untuk mempererat hubungan antara masyarakat, pemerintah desa, dan mahasiswa KKN, sekaligus mendorong gaya hidup yang lebih sehat dan aktif.
Keberlanjutan
Program Turnamen Bola Voli diharapkan dapat berlanjut sebagai kegiatan rutin tahunan yang dikelola oleh pemerintah desa bersama Karang Taruna dan masyarakat. Keberlanjutan program ini diharapkan mampu menjaga semangat kebersamaan, meningkatkan partisipasi masyarakat dalam olahraga, serta menjadi wadah pembinaan bakat dan prestasi di bidang bola voli.

senam

Sosial Lingkungan SDG 3 · Kehidupan Sehat dan Sejahtera SDG 10 · Berkurangnya Kesenjangan
Tujuan
Meningkatkan kesehatan dan kebugaran jasmani masyarakat melalui kegiatan olahraga yang rutin dan mudah diikuti.
Sasaran
Ibu/PKK, Masyarakat umum, Lansia, Kader desa/kesehatan, Perangkat desa
Hasil
Program kerja senam bersama masyarakat berhasil dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan selama pelaksanaan KKN. Kegiatan ini mendapat antusiasme yang baik dari masyarakat, ditandai dengan tingginya partisipasi warga dalam setiap pelaksanaan senam. Melalui kegiatan tersebut, masyarakat menjadi lebih memahami pentingnya aktivitas fisik sebagai upaya menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Selain itu, senam bersama turut mendorong terbentuknya kebiasaan berolahraga secara rutin, mempererat hubungan sosial antarwarga, serta menciptakan lingkungan yang lebih mendukung penerapan pola hidup bersih dan sehat. Secara keseluruhan, program ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjalani gaya hidup aktif dan sehat.
Manfaat
Program senam bersama memberikan dampak positif terhadap peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik secara rutin. Kegiatan ini tidak hanya meningkatkan semangat masyarakat untuk berolahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan sosial, kebersamaan, dan komunikasi antarwarga. Antusiasme peserta selama pelaksanaan menunjukkan bahwa masyarakat menerima program dengan baik dan memiliki motivasi untuk menerapkan pola hidup yang lebih aktif dan sehat. Selain itu, kegiatan ini menciptakan suasana yang positif di lingkungan desa serta menjadi contoh bahwa olahraga bersama dapat menjadi kebiasaan yang menyenangkan, mudah dilakukan, dan bermanfaat bagi kesehatan maupun keharmonisan masyarakat.
Keberlanjutan
Keberlanjutan program senam bersama diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin oleh pemerintah desa, kader kesehatan, maupun organisasi masyarakat setempat setelah berakhirnya kegiatan KKN. Program ini dapat dijadikan sebagai agenda mingguan atau bulanan dengan melibatkan berbagai kalangan masyarakat agar partisipasi tetap terjaga. Dukungan dari pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan tokoh masyarakat diharapkan mampu menjaga keberlangsungan kegiatan serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menerapkan gaya hidup aktif dan sehat secara berkelanjutan. Dengan demikian, manfaat program tidak hanya dirasakan selama pelaksanaan KKN, tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi kesehatan dan kebersamaan masyarakat dalam jangka panjang.
Rp 1.600.001 Total investasi
Rp 61.836 Present value manfaat
0,04 : 1 Rasio SROI
Dampak
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Tarikolot memberikan dampak positif bagi masyarakat maupun mahasiswa. Program senam bersama berhasil meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan olahraga dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik secara rutin. Edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di sekolah dasar meningkatkan pemahaman siswa mengenai kebersihan diri dan lingkungan serta pentingnya menerapkan pola hidup sehat sejak dini. Turnamen sepak bola dan bola voli menjadi wadah untuk mempererat hubungan antarwarga, meningkatkan semangat sportivitas, serta mendorong partisipasi pemuda dalam kegiatan positif di lingkungan desa. Promosi digital UMKM membantu memperkenalkan produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas, sedangkan pemasangan papan penunjuk arah menuju objek wisata Curug mendukung kemudahan akses informasi bagi pengunjung dan berpotensi meningkatkan daya tarik wisata desa. Selain memberikan manfaat bagi masyarakat, kegiatan KKN juga meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam berkomunikasi, bekerja sama, memimpin kegiatan, menyusun administrasi, serta memecahkan permasalahan di lapangan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat, program-program yang telah dilaksanakan diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pemberdayaan masyarakat dan pengembangan potensi Desa Tarikolot secara berkelanjutan.
Rekomendasi
Saran 1. Bagi Pemerintah Desa Tarikolot Pemerintah Desa Tarikolot diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dilaksanakan selama KKN, terutama kegiatan senam bersama, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pembinaan olahraga, serta promosi UMKM dan potensi wisata desa. Selain itu, koordinasi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan pemuda perlu terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. 2. Bagi Mitra Masyarakat Masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan organisasi kepemudaan diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan program yang telah dirintis. Semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, olahraga, serta pengembangan potensi desa perlu terus dipertahankan sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa Tarikolot. 3. Bagi Kelompok KKN Berikutnya Kelompok KKN selanjutnya diharapkan dapat melakukan observasi dan koordinasi sejak awal agar program yang dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program-program yang telah memberikan dampak positif dapat dilanjutkan dan dikembangkan dengan inovasi baru, seperti pendampingan UMKM berbasis digital, pembinaan olahraga yang lebih berkelanjutan, serta pengembangan potensi wisata desa melalui promosi dan pemberdayaan masyarakat. 4. Bagi Pengelola Program KKN (Universitas) Universitas diharapkan terus memperkuat pembekalan mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN, khususnya mengenai pemberdayaan masyarakat, manajemen program, komunikasi dengan mitra, serta penyusunan administrasi dan pelaporan. Selain itu, monitoring dan evaluasi secara berkala selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kendala di lapangan sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal.
Tindak Lanjut
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN), diperlukan tindak lanjut yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, lembaga pendidikan, serta pihak terkait.diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan selama KKN tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Tarikolot.
Seluruh Luaran / Solusi
diberikan hansenitezer
Menjaga kebersihan agar menjadi siswa yang sehat serta lingkungan aman dan nyaman, bisa mencuci tangan secara bersih secara makan menggunakan air atau handsenitezer bila memang ada.
31 - Desa Tarikolot 3 / 5 · Program & Hasil
Halaman 4 · Evidence

Dokumentasi, Artikel, Video & Dokumen

Semua foto dan tautan bukti dari versi sebelumnya tetap dimuat pada halaman ini.

3 foto · 6 tautan
31 - Desa Tarikolot 4 / 5 · Bukti & Luaran
Halaman 5 · Tim & Keberlanjutan

DPL, Seluruh Mahasiswa & Tindak Lanjut

12 mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan Dedah Ningrum
Anisa Siti Nur Mariam
Anisa Siti Nur Mariam 2303474 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
AG
Awal Gilang Fawaz 2308995 · Industri Pariwisata - S1
CN
Clarissa Nehemia Sijabat 2305151 · Industri Pariwisata - S1
IA
Imam Ahmad Ibrohim 2303545 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
Meylani Sagita
Meylani Sagita 2301368 · Industri Pariwisata - S1
MR
Muhammad Rizky Fitriawan Galuh Pangestu 2304690 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
Nabila Rahmani
Nabila Rahmani 2310952 · Keperawatan - S1
RP
Reza Puspita 2308513 · Keperawatan - S1
SH
Sapto Hadi Wibowo 2300650 · Pendidikan Guru Sekolah Dasar Pendidikan Jasmani - S1
SY
Shelvana Yulia Saputri 2309810 · Industri Pariwisata - S1
SK
Silvi Karlina 2303708 · Keperawatan - S1
SZ
Siti Zakiah Khairunnisa 2310055 · Keperawatan - S1
Rekomendasi
Saran 1. Bagi Pemerintah Desa Tarikolot Pemerintah Desa Tarikolot diharapkan dapat melanjutkan dan mengembangkan program-program yang telah dilaksanakan selama KKN, terutama kegiatan senam bersama, edukasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pembinaan olahraga, serta promosi UMKM dan potensi wisata desa. Selain itu, koordinasi antara pemerintah desa, lembaga masyarakat, dan pemuda perlu terus diperkuat agar setiap program dapat berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. 2. Bagi Mitra Masyarakat Masyarakat, sekolah, pelaku UMKM, dan organisasi kepemudaan diharapkan dapat terus berpartisipasi aktif dalam menjaga keberlangsungan program yang telah dirintis. Semangat gotong royong, kerja sama, dan kepedulian terhadap kebersihan, kesehatan, olahraga, serta pengembangan potensi desa perlu terus dipertahankan sebagai upaya meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Desa Tarikolot. 3. Bagi Kelompok KKN Berikutnya Kelompok KKN selanjutnya diharapkan dapat melakukan observasi dan koordinasi sejak awal agar program yang dirancang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program-program yang telah memberikan dampak positif dapat dilanjutkan dan dikembangkan dengan inovasi baru, seperti pendampingan UMKM berbasis digital, pembinaan olahraga yang lebih berkelanjutan, serta pengembangan potensi wisata desa melalui promosi dan pemberdayaan masyarakat. 4. Bagi Pengelola Program KKN (Universitas) Universitas diharapkan terus memperkuat pembekalan mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN, khususnya mengenai pemberdayaan masyarakat, manajemen program, komunikasi dengan mitra, serta penyusunan administrasi dan pelaporan. Selain itu, monitoring dan evaluasi secara berkala selama pelaksanaan KKN diharapkan dapat membantu mahasiswa mengatasi kendala di lapangan sehingga tujuan program dapat tercapai secara optimal.
Tindak Lanjut
Sebagai upaya menjaga keberlanjutan hasil program Kuliah Kerja Nyata (KKN), diperlukan tindak lanjut yang melibatkan pemerintah desa, masyarakat, lembaga pendidikan, serta pihak terkait.diharapkan seluruh program yang telah dilaksanakan selama KKN tidak berhenti setelah masa pengabdian berakhir, tetapi dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Desa Tarikolot.
Transparansi pengukuran: perubahan hanya dihitung jika baseline dan capaian tersedia. Tidak ada data laporan yang dihilangkan dalam komposisi dinamis 4–6 halaman.