Pemberdayaan Seni Budaya dan Sosial di Desa Mangunarga Impact Storybook · 4–6 halaman dinamis per kelompok · seluruh data tetap ditampilkan
Halaman 1 · Profil & Executive Overview

Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026

Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026 Semester Genap 2025/2026 2026 Mahasiswa Berdampak untuk Desa Berkelanjutan: Sinergi Sosial, Budaya, dan Kesehatan dalam Mewujudkan Asta Cita dan SDGs Mangunarga, Cimanggung, KAB. SUMEDANG, JAWA BARAT
Dokumentasi utama Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026
Desa Mangunarga memiliki potensi budaya yang cukup besar, khususnya dalam bidang seni tari tradisional dan kegiatan sosial kemasyarakatan. Namun, belum tersedianya wadah yang mampu menampung minat dan bakat masyarakat menyebabkan kegiatan seni budaya belum berjalan secara optimal. Selain itu, interaksi sosial antarwarga perlu terus diperkuat agar tercipta masyarakat yang harmonis serta memiliki rasa kebersamaan yang tinggi. Melalui Program Pemberdayaan dan Pengabdian kepada Masyarakat Berbasis Desa (P2MB), mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia melaksanakan berbagai program kerja yang berfokus pada pengembangan seni budaya, kesehatan, pendidikan, dan lingkungan. Program yang dilaksanakan meliputi Workshop Tari, Senam Anak, Lomba Senam, Edukasi Kesehatan, Teras Hejo, Unjuk Karya, dan Puncak Seni. Program unggulan yang dikembangkan adalah pembentukan Sanggar Tari Desa Mangunarga sebagai wadah pembelajaran, pelestarian, dan pengembangan seni tari bagi masyarakat. Keberadaan sanggar ini diharapkan dapat menjadi sarana yang berkelanjutan untuk menumbuhkan kreativitas, melestarikan budaya lokal, serta mempererat hubungan sosial antarwarga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan partisipasi masyarakat dalam kegiatan seni budaya, bertambahnya pengetahuan mengenai kesehatan, serta meningkatnya kepedulian terhadap lingkungan. Selain itu, terbentuknya Sanggar Tari Desa Mangunarga menjadi salah satu hasil penting yang mencerminkan kolaborasi, kreativitas, dan persatuan masyarakat desa.
0 Program kerja
0 Indikator
0 Indikator terukur
5 Bukti
Kelengkapan pengukuran perubahan 0,0%
0 dari 0 indikator memiliki baseline, target, dan capaian.
Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026 1 / 5 · Profil & Ringkasan
Halaman 2 · Perubahan Terukur

Baseline → Capaian Aktual

Semua indikator tetap ditampilkan. Delta hanya dihitung jika baseline dan capaian numerik tersedia. Target adalah pembanding rencana, bukan penilaian otomatis.

0 indikator
Belum ada indikator perubahan.
Peta Tiga Dimensi Dampak

Sosial

0 Program
0 Indikator
0 Terukur

Ekonomi

0 Program
0 Indikator
0 Terukur

Lingkungan

0 Program
0 Indikator
0 Terukur
Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026 2 / 5 · Perubahan & Dampak
Halaman 3 · Intervensi → Hasil → Dampak

Program, Hasil, Dampak & Nilai

0 program
Hasil Utama
• Terbentuknya Sanggar Tari Desa Mangunarga sebagai program unggulan. • Terselenggaranya Workshop Tari dengan partisipasi aktif masyarakat. • Terlaksananya Senam Anak dan Lomba Senam. • Meningkatnya pengetahuan masyarakat melalui Edukasi Kesehatan. • Terlaksananya program penghijauan melalui Teras Hejo. • Terselenggaranya kegiatan Unjuk Karya dan Puncak Seni.
Dampak
Program P2MB berhasil menyatukan masyarakat Desa Mangunarga melalui berbagai kegiatan kolaboratif yang melibatkan anak-anak, remaja, orang tua, pemerintah desa, dan tokoh masyarakat. Kehadiran Sanggar Tari Desa Mangunarga menjadi simbol persatuan masyarakat sekaligus wadah pelestarian budaya yang dapat terus berkembang setelah program P2MB berakhir.
Rekomendasi
1. Pemerintah Desa Mangunarga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan Alun-Alun Desa sebagai pusat kegiatan masyarakat, ruang pertunjukan seni, sarana rekreasi, serta destinasi wisata desa yang berbasis pada partisipasi masyarakat. 2. Kegiatan senam, edukasi kesehatan, dan program lingkungan diharapkan dapat dikembangkan sebagai agenda rutin desa guna meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat. 3. Pemerintah desa perlu mendorong keterlibatan Karang Taruna, kelompok pemuda, dan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan serta pengembangan berbagai program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. 4. Pemeliharaan sarana dan fasilitas yang telah digunakan selama kegiatan perlu menjadi perhatian agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat. 5. Pengembangan kolaborasi dengan komunitas seni, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dan pihak terkait lainnya perlu ditingkatkan untuk mendukung pengembangan potensi wisata, ekonomi kreatif, dan kegiatan budaya Desa Mangunarga. 6. LPPM dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat berbasis seni budaya, kesehatan, lingkungan, dan wisata desa melalui pendampingan, pelatihan, pembinaan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan. 7. Pengembangan Desa Mangunarga sebagai desa wisata berbasis budaya dan kreativitas masyarakat perlu didukung secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Tindak Lanjut
1. Melanjutkan kegiatan Sanggar Tari Desa Mangunarga secara rutin sebagai wadah pembinaan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya bagi anak-anak dan remaja desa. 2. Menjadikan Sanggar Tari Desa Mangunarga sebagai salah satu wadah kegiatan seni budaya yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan melibatkan Karang Taruna, kelompok pemuda, dan pelaku seni setempat. 3. Mengoptimalkan penggunaan Alun-Alun Desa Mangunarga untuk kegiatan seni budaya, kegiatan masyarakat, rekreasi, dan pengembangan wisata desa secara terjadwal dan berkelanjutan. 4. Melanjutkan program senam, edukasi kesehatan, dan kegiatan lingkungan sebagai kegiatan rutin yang dapat dikelola bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat. 5. Melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap sarana dan fasilitas yang telah tersedia agar tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. 6. Mengembangkan kerja sama dengan komunitas seni, pelaku UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pihak lainnya untuk memperkuat pengembangan seni budaya, ekonomi kreatif, dan wisata Desa Mangunarga. 7. Mengintegrasikan hasil Program P2MB sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan dan direplikasi pada desa-desa lain yang memiliki potensi serta karakteristik serupa. 8. Melakukan evaluasi secara berkala bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk mengetahui perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta menyusun strategi pengembangan program pada tahap berikutnya.
Kelompok 9 - Desa Mangunarga - P2MB 2026 3 / 5 · Program & Hasil
Halaman 5 · Tim & Keberlanjutan

DPL, Seluruh Mahasiswa & Tindak Lanjut

9 mahasiswa
Dosen Pembimbing Lapangan Abdul Azis
AU
Afiqah Ula Syahidah 2309642 · Pendidikan Seni Tari - S1
AS
Auralia Safitri 2306239 · Pendidikan Seni Tari - S1
DY
Devi Yanti Alvia 2306055 · Pendidikan Seni Tari - S1
DA
Dina Asifa Janah 2307341 · Pendidikan Seni Tari - S1
DG
Dinda Ghea Nurdita 2310104 · Pendidikan Seni Tari - S1
HP
Hani palani Nada nazila 2305749 · Pendidikan Seni Tari - S1
IW
Ismi wirlan putri 2311089 · Pendidikan Seni Tari - S1
MS
Mutiara Syafitri 2304119 · Pendidikan Seni Tari - S1
NN
Nadita Nurul Hilmi 2308252 · Pendidikan Seni Tari - S1
Rekomendasi
1. Pemerintah Desa Mangunarga diharapkan dapat mengoptimalkan pemanfaatan Alun-Alun Desa sebagai pusat kegiatan masyarakat, ruang pertunjukan seni, sarana rekreasi, serta destinasi wisata desa yang berbasis pada partisipasi masyarakat. 2. Kegiatan senam, edukasi kesehatan, dan program lingkungan diharapkan dapat dikembangkan sebagai agenda rutin desa guna meningkatkan kesadaran dan kualitas hidup masyarakat. 3. Pemerintah desa perlu mendorong keterlibatan Karang Taruna, kelompok pemuda, dan masyarakat secara aktif dalam pengelolaan serta pengembangan berbagai program pemberdayaan yang telah dilaksanakan. 4. Pemeliharaan sarana dan fasilitas yang telah digunakan selama kegiatan perlu menjadi perhatian agar dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan oleh masyarakat. 5. Pengembangan kolaborasi dengan komunitas seni, pelaku UMKM, perguruan tinggi, dan pihak terkait lainnya perlu ditingkatkan untuk mendukung pengembangan potensi wisata, ekonomi kreatif, dan kegiatan budaya Desa Mangunarga. 6. LPPM dan Pemerintah Daerah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap program pemberdayaan masyarakat berbasis seni budaya, kesehatan, lingkungan, dan wisata desa melalui pendampingan, pelatihan, pembinaan, serta penyediaan sarana dan prasarana yang diperlukan. 7. Pengembangan Desa Mangunarga sebagai desa wisata berbasis budaya dan kreativitas masyarakat perlu didukung secara berkelanjutan melalui sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan berbagai pemangku kepentingan.
Tindak Lanjut
1. Melanjutkan kegiatan Sanggar Tari Desa Mangunarga secara rutin sebagai wadah pembinaan, pelestarian, dan pengembangan seni budaya bagi anak-anak dan remaja desa. 2. Menjadikan Sanggar Tari Desa Mangunarga sebagai salah satu wadah kegiatan seni budaya yang dapat dikelola secara mandiri oleh masyarakat dengan melibatkan Karang Taruna, kelompok pemuda, dan pelaku seni setempat. 3. Mengoptimalkan penggunaan Alun-Alun Desa Mangunarga untuk kegiatan seni budaya, kegiatan masyarakat, rekreasi, dan pengembangan wisata desa secara terjadwal dan berkelanjutan. 4. Melanjutkan program senam, edukasi kesehatan, dan kegiatan lingkungan sebagai kegiatan rutin yang dapat dikelola bersama oleh pemerintah desa dan masyarakat. 5. Melakukan pemeliharaan secara berkala terhadap sarana dan fasilitas yang telah tersedia agar tetap berfungsi dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang. 6. Mengembangkan kerja sama dengan komunitas seni, pelaku UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta pihak lainnya untuk memperkuat pengembangan seni budaya, ekonomi kreatif, dan wisata Desa Mangunarga. 7. Mengintegrasikan hasil Program P2MB sebagai salah satu model pemberdayaan masyarakat yang dapat dikembangkan dan direplikasi pada desa-desa lain yang memiliki potensi serta karakteristik serupa. 8. Melakukan evaluasi secara berkala bersama pemerintah desa dan masyarakat untuk mengetahui perkembangan program, mengidentifikasi kendala, serta menyusun strategi pengembangan program pada tahap berikutnya.
Transparansi pengukuran: perubahan hanya dihitung jika baseline dan capaian tersedia. Tidak ada data laporan yang dihilangkan dalam komposisi dinamis 4–6 halaman.