Halaman 1 · Profil & Executive Overview
KKN Kampus Berdampak"Sauyunan": Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan
Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 22 Universitas Pendidikan Indonesia dengan tema "KKN Kampus Berdampak Sauyunan: Penguatan Masyarakat Sehat, Aktif, Tangguh, dan Berdaya Saing Berbasis Potensi Kewilayahan" di Desa Cisampih, Kecamatan Jatigede, Kabupaten Sumedang, dilaksanakan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pemberdayaan potensi lokal serta penyelesaian berbagai permasalahan yang ditemukan di desa. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara dengan pemerintah desa serta masyarakat, terdapat sejumlah potensi yang dapat dikembangkan, seperti sektor pertanian, UMKM, dan potensi wisata alam, di samping berbagai permasalahan pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi, dan promosi potensi desa.
Metode pelaksanaan KKN menggunakan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, sosialisasi, edukasi, pelatihan, pendampingan, praktik langsung, serta kolaborasi dengan pemerintah desa, lembaga pendidikan, kader kesehatan, pelaku UMKM, dan masyarakat. Program kerja yang dilaksanakan meliputi bimbingan belajar bagi anak-anak, edukasi kesehatan dan pencegahan stunting, pemeriksaan kesehatan masyarakat, penyuluhan lingkungan hidup dan penanaman tanaman, pendampingan serta digitalisasi UMKM, promosi potensi wisata desa, pemberdayaan masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial, serta partisipasi dalam kegiatan kemasyarakatan di Desa Cisampih.
Hasil pelaksanaan program menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai pendidikan, kesehatan, pelestarian lingkungan, serta pengembangan potensi ekonomi desa. Selain itu, terjalin hubungan kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan desa yang berkelanjutan. Keberhasilan program juga tercermin dari meningkatnya partisipasi masyarakat dalam setiap kegiatan serta tersusunnya berbagai media promosi dan edukasi yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Tindak lanjut yang diharapkan meliputi pemeliharaan hasil program, optimalisasi potensi desa, serta keberlanjutan kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, Universitas Pendidikan Indonesia, dan berbagai pihak terkait guna mewujudkan Desa Cisampih yang sehat, mandiri, dan berdaya saing.
8
Program kerja
8
Indikator
1
Indikator terukur
28
Bukti
Kelengkapan pengukuran perubahan
12,5%
1
dari
8
indikator memiliki baseline,
target, dan capaian.